Bekasi – Dampak Gempa Bekasi Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Bekasi dan sekitarnya pada Selasa dini hari.
Getaran dirasakan cukup kuat di sejumlah kecamatan, membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.
Meski tergolong menengah dalam skala magnitudo, gempa ini berdampak cukup serius pada permukiman penduduk.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bekasi, sebanyak 46 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan.

Baca Juga : Kehadiran Megawati Latihan Perdana di Manisa BBSK, Pamer Jump Serve
Bangunan yang rusak terdiri dari rumah warga, tempat ibadah, dan satu sekolah dasar negeri.
Gempa tersebut terjadi pada pukul 03.12 WIB dengan pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer.
Episentrum tercatat berada di darat, sekitar 8 km dari pusat kota Bekasi, membuat getaran terasa lebih signifikan.
Sejumlah warga mengaku sempat mengira terjadi ledakan karena suara dentuman yang terdengar sebelum gempa.
“Saya kira ada truk besar yang lewat atau petir, ternyata genteng rumah sudah berjatuhan,” ujar Yanto, warga Bekasi Timur.
Beberapa warga masih memilih bertahan di dekat rumah mereka meski kondisinya retak dan rawan roboh.
Pemerintah Kota Bekasi menyatakan telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 7 hari ke depan.
Walikota Bekasi dalam keterangannya mengatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan BMKG untuk memantau potensi gempa susulan.
Ia juga meminta masyarakat tetap tenang, waspada, dan tidak mudah percaya dengan hoaks yang beredar.
BMKG sendiri telah mengonfirmasi bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami karena terjadi di daratan.
Namun, mereka mengingatkan bahwa gempa susulan dengan intensitas lebih kecil masih mungkin terjadi.
Warga diimbau untuk menghindari bangunan yang rusak atau retak sebelum ada pemeriksaan struktur dari dinas terkait.
Dinas PU langsung menurunkan tim untuk memeriksa kondisi jembatan, jalan, dan saluran air di sekitar titik episentrum.
Beberapa sekolah diliburkan sementara karena kondisi bangunan yang tidak aman.
Pihak sekolah juga diminta menginventarisasi kerusakan dan melaporkan ke Dinas Pendidikan untuk rencana perbaikan.





