Bekasi – Kondisi Mengenaskan Hari Kamis, 21 Agustus 2025, warga di Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, digegerkan oleh penemuan jenazah seorang pria dalam kondisi mengenaskan.
Saat ini ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB oleh warga yang sedang menggembala sapi, mayat korban berada dalam posisi telungkup dan tampak jelas bahwa tangan, kaki, dan matanya dililit lakban.
Lebih mengejutkan lagi, korban mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh. Tidak diketahui motif pasti, namun indikasi kekerasan sangat jelas.

Baca Juga : Dampak Gempa Bekasi M 4,7: 46 Bangunan Rusak-Ratusan Warga Terdampak
Polisi segera mengamankan lokasi dan melakukan identifikasi, serta membawa jenazah ke RS Polri Kramat Jati untuk proses autopsi dan investigasi lebih lanjut.
Penyelidikan dilakukan oleh Polsek Serang Baru bekerja sama dengan Polres Metro Bekasi serta Polda Metro Jaya.
Dugaan penculikan muncul karena korban sebelumnya sedang berada di parkiran sebuah supermarket di Ciracas, Jakarta Timur, ketika diculik.
Rekaman CCTV di lokasi penghilangan menjadi salah satu bukti penting dalam penyelidikan, yang memperlihatkan korban sempat menerobos sebelum diseret ke mobil
Keluarga korban menduga bahwa MIP telah dibuntuti sejak menghadiri rapat dengan atasannya, sebelum akhirnya diculik di parkiran tersebut.
Setelah dikonfirmasi oleh kepolisian, identitas korban disebut sama dengan orang yang dilaporkan hilang di Jakarta Timur sebelumn
Temuan fisik seperti lakban di mata, tangan, dan kaki serta bekas lebam menunjukkan tindakan kekerasan yang sangat brutal.
Polisi telah menangkap empat pelaku dugaan dalam kasus ini, sementara eksekutor utama masih dalam pengejaran
Suasana haru menyelimuti ruang forensik saat jenazah keluar.
Isak tangis pecah, terutama saat istri korban melihat keranda berisi jasad suaminya untuk kali terakhir.
makam orangtua korban. Penemuan tragis ini mengundang keprihatinan masyarakat luas, karena terjadi di profesi yang seharusnya identik dengan keamanan dan kepercayaan.
Lokasi penemuan jasad yang jauh dari pusat kota, yaitu di area persawahan Bekasi, menambah kesan terencana dan sistematis dalam pembunuhan





