Bekasi – Pria Bekasi Dibegal Seorang pria di Bekasi menjadi korban aksi begal saat dalam perjalanan menuju tempat kerjanya di Jakarta. Peristiwa yang terjadi pada Jumat dini hari tersebut membuat korban kehilangan sepeda motor yang sehari-hari digunakannya untuk bekerja. Kejadian ini menambah daftar panjang kasus kriminal jalanan yang kerap terjadi di wilayah perbatasan Bekasi–Jakarta, terutama pada jam-jam rawan.

Baca Juga : Ancaman Krisis Sampah dan Masalah Ketidaksiplinan di Bekasi Mulai Mengkhawatirkan
Korban yang diketahui berinisial AR (32) berangkat dari rumahnya di kawasan Babelan, Kabupaten Bekasi, sekitar pukul 04.30 WIB menuju Jakarta. Waktu tersebut dipilih karena ia harus masuk kerja pagi dan menghindari kemacetan di jalur utama. Namun, nasib nahas menimpanya saat memasuki jalan sepi di wilayah Babelan Utara.
Pria Bekasi Dibegal Kronologi Kejadian: Dipepet Dua Pelaku Bersajam
Menurut penuturan AR kepada warga dan petugas, ia merasa diikuti sejak melewati jalan utama menuju perbatasan Warakas. Dua pelaku yang mengendarai motor matik kemudian memepet kendaraannya.
“Saya sempat nambah kecepatan, tapi mereka makin nekat. Salah satu pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam,” ujar AR dengan kondisi masih shock saat ditemui aparat di lokasi kejadian.
AR sempat mencoba menghindar, namun pelaku memukul bagian tubuhnya hingga membuatnya terjatuh. Begitu korban tersungkur, salah satu pelaku langsung membawa kabur motornya, sementara pelaku lainnya mengancam warga agar tidak mendekat.
Pelaku kemudian melarikan diri ke arah perbatasan Bekasi–Jakarta dan hilang dalam gelapnya pagi.
Korban Alami Luka dan Trauma
AR mengalami luka lecet di tangan dan kaki akibat jatuh dari motor. Beruntung, tidak ada luka serius yang membahayakan. Namun, korban mengaku sangat trauma dan takut kembali melalui jalur tersebut saat berangkat kerja.
“Motor itu satu-satunya kendaraan saya. Dipakai sehari-hari untuk cari nafkah,” ungkap AR dengan nada sedih.
Warga sekitar yang mendengar teriakan korban segera datang memberi pertolongan. Mereka juga membantu menghubungi pihak kepolisian.
Jalur Rawan Begal yang Sudah Dikeluhkan Warga
Lokasi kejadian yang berada di jalan tembusan Babelan memang dikenal sebagai titik rawan aksi kriminal, terutama pada jam-jam sepi. Banyak pengendara yang berangkat menjelang subuh atau pulang larut malam menjadi sasaran empuk para pelaku.
Warga setempat mengaku sudah berkali-kali mengeluhkan kondisi tersebut. Minimnya penerangan jalan dan tidak adanya patroli rutin membuat pelaku kejahatan leluasa beraksi.
“Kami sudah sering lapor, tapi tetap saja begal masih berani. Jalan di sini gelap sekali,” kata salah satu warga.
Polisi Lakukan Penyelidikan, Pelaku Diduga Kelompok Lama
Polsek Babelan bersama Satreskrim Polres Metro Bekasi Kabupaten telah turun ke lokasi dan melakukan olah TKP. Polisi juga menghimpun rekaman CCTV dari rumah warga dan toko yang berada di jalur sekitar kejadian.
Dari ciri-ciri yang disampaikan korban, pelaku diduga merupakan kelompok begal yang sebelumnya juga beraksi di kawasan Muaragembong dan Tarumajaya.
“Kami masih memburu para pelaku. Korban sudah kami mintai keterangan lengkap. Kami imbau warga berhati-hati, terutama saat melintas di jalur sepi,” ujar pihak kepolisian dalam keterangannya.
Imbauan untuk Pengendara: Hindari Jam Rawan dan Jalur Sepi
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan bagi masyarakat yang beraktivitas pagi buta atau larut malam. Polisi mengimbau pengendara untuk:
-
Menghindari jalur yang minim penerangan.
-
Berangkat bersama rombongan jika memungkinkan.
-
Menghindari penggunaan aksesori mencolok yang menarik perhatian pelaku kejahatan.
-
Segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar jalan.
Penutup
Kasus begal yang menimpa pria dari Babelan ini menambah kekhawatiran warga mengenai keamanan di wilayah Bekasi. Harapan besar kini tertuju kepada aparat kepolisian agar pelaku segera ditangkap, serta pemerintah daerah untuk menyediakan penerangan dan patroli rutin pada titik-titik rawan.






