Bekasi – Kali Kapuk Dinormalisasi Pemerintah Kota Bekasi kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan melakukan normalisasi Kali Kapuk yang berada di wilayah Kelurahan Jakasetia, Bekasi Selatan.
Aksi pembersihan dilakukan sejak pagi hari dan melibatkan puluhan petugas dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), serta dibantu oleh tim dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi.
Kepala Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bekasi menyebut bahwa ini merupakan tahap awal dari proyek penataan Kali Kapuk agar kembali berfungsi sebagaimana mestinya.
Petugas menggunakan alat berat seperti ekskavator amfibi dan dump truck untuk mempercepat proses evakuasi sampah dari badan sungai.
Tak hanya itu, petugas kebersihan juga turun langsung ke sungai untuk membantu mengangkat sampah yang tidak terjangkau alat berat.
Hingga siang hari, lebih dari 20 truk sampah berhasil mengangkut limbah yang menumpuk di sepanjang aliran sungai tersebut.

Baca Juga : Warga Bekasi Merapat! SIM Keliling kamis 24 Juli 2025 Hadir di Komsen, KTP Mana Saja Diterima
Normalisasi ini diharapkan mampu mengurangi risiko banjir di wilayah sekitarnya, khususnya di saat curah hujan tinggi melanda Kota Bekasi.
Menurut data BPBD Kota Bekasi, Kali Kapuk merupakan salah satu titik rawan genangan setiap tahunnya saat musim penghujan tiba.
Camat Bekasi Selatan yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa pihak kecamatan juga telah mengimbau warga untuk tidak lagi membuang sampah ke sungai.
Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, agar upaya pemerintah tidak sia-sia.
Normalisasi ini merupakan bagian dari program besar penataan sungai dan drainase Kota Bekasi yang digulirkan sejak awal tahun 2025.
Dalam program tersebut, beberapa kali dan saluran sekunder ditargetkan untuk dinormalisasi secara bertahap demi mencegah banjir musiman.
Mereka berharap setelah normalisasi ini selesai, debit air bisa mengalir lancar dan tidak meluap ke permukiman warga ini
Lumpur ini merupakan hasil akumulasi bertahun-tahun yang menyebabkan pendangkalan dan mempersempit lebar aliran air.






