Bekasi – Jalur Tulungagung Trenggalek Setelah sempat lumpuh total akibat longsor selama beberapa hari, jalur Tulungagung–Trenggalek via Bendungan Tugu akhirnya resmi dibuka kembali. Pembukaan ini disambut gembira oleh warga dan para pengendara yang selama ini terpaksa memutar arah cukup jauh untuk melintasi dua kabupaten tersebut.
Perbaikan jalan yang terdampak material longsor dilakukan secara gotong royong antara BPBD, Dinas PUPR, TNI, Polri, dan warga setempat, sehingga arus lalu lintas kini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat dengan sistem buka-tutup.
Longsor Terjadi Akibat Hujan Deras
Kepala BPBD Tulungagung menjelaskan, longsor terjadi pada Senin malam (20 Oktober 2025) di kawasan perbukitan dekat Bendungan Tugu, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama lebih dari tiga jam.
Material tanah dan batu menutup hampir seluruh badan jalan, membuat arus kendaraan macet total dan menimbulkan antrean panjang hingga puluhan meter.
“Volume air tinggi membuat tebing di sisi jalan labil. Begitu hujan reda, kami langsung turunkan alat berat untuk membersihkan material longsor,” ujar salah satu petugas lapangan BPBD Tulungagung.
Dibuka Secara Bertahap
Setelah tiga hari penuh pembersihan material dan perkuatan tebing, jalur akhirnya dibuka kembali pada Kamis pagi (23 Oktober 2025).
Meski sudah bisa dilalui, petugas masih menerapkan sistem buka-tutup karena sebagian bahu jalan masih dalam proses perbaikan.
Baca Juga : Pembuang Jasad Bayi di Kresek yang Bikin Heboh Bekasi
Kendaraan besar seperti truk dan bus diminta tidak melintas dulu, untuk mencegah beban berlebih di area yang baru diperkuat. Sementara kendaraan pribadi dan roda dua sudah diperbolehkan lewat dengan pengawasan petugas.
“Kami minta pengendara tetap waspada, terutama saat malam hari. Kondisi jalan masih lembab dan rawan licin,” ujar Kanit Lantas Polsek Bendungan.
Warga dan Pedagang Kembali Beraktivitas
Kabar dibukanya kembali jalur ini menjadi angin segar bagi warga sekitar dan pedagang kecil di sepanjang jalan Bendungan.
Sebelumnya, aktivitas ekonomi sempat tersendat karena minimnya kendaraan yang lewat. Kini, warung-warung dan kios bensin eceran mulai ramai kembali.
Salah satu warga, Bu Siti (42), mengaku senang jalan sudah normal.
“Selama longsor, pembeli sepi karena kendaraan banyak yang putar balik. Sekarang alhamdulillah sudah ramai lagi,” katanya sambil melayani pelanggan.
Langkah Antisipasi ke Depan
Pemerintah daerah berencana memasang dinding penahan tanah (retaining wall) dan memperlebar drainase di area rawan longsor agar kejadian serupa tak terulang.
Selain itu, BPBD juga akan menempatkan tim siaga darurat di lokasi hingga akhir musim hujan.
“Kami tidak ingin kejadian seperti ini memutus akses antar-kabupaten lagi. Jalur via Bendungan ini sangat vital untuk warga dan distribusi barang,” jelas Kepala Dinas PUPR Tulungagung.
Penutup: Jalur Vital, Warga Diminta Tetap Waspada
Meski sudah dibuka, jalur Tulungagung–Trenggalek via Bendungan Tugu masih memerlukan perhatian ekstra.
Kawasan ini berada di daerah perbukitan dengan kontur tanah labil, sehingga potensi longsor tetap ada saat curah hujan tinggi.
Namun, pembukaan kembali jalur ini menjadi simbol semangat warga dan pemerintah dalam menjaga konektivitas antarwilayah di Jawa Timur bagian selatan.
Untuk sementara, pengendara disarankan tidak memacu kendaraan terlalu cepat, membawa lampu penerangan tambahan, dan menghindari perjalanan malam saat hujan deras.
Karena di balik keindahan alam perbukitan Trenggalek–Tulungagung, tetap tersimpan tantangan yang harus dihadapi dengan hati-hati.






