Bekasi – Seorang pengendara motor di wilayah Cikarang menjadi korban intimidasi oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai debt collector Pelaku menghentikan korban secara tiba‑tiba di jalan, menuduh bahwa korban belum membayar cicilan motor, padahal pembelian dilakukan secara tunai.
Dalam dialog intimidatif, pelaku menuntut STNK dan kunci motor korban tanpa menunjukkan identitas atau surat tugas resmi.
Korban akhirnya menyerahkan barang-barangnya karena tekanan fisik dan ketakutan akan konsekuensi yang disebut pelaku.
Tidak lama kemudian, motor korban dibawa kabur oleh para pelaku, meninggalkan korban bersama keluarganya dalam keadaan traumatis.
Dugaan awal menunjukkan ini adalah modus baru kejahatan berkedok penagihan utang seperti yang pernah terjadi di Bekasi dan wilayah Jabodetabek lainnya
Baca Juga : Warga Minta DBMSDA Serius Benahi Jalan Berlubang di Bekasi Utara
Kasus ini juga mirip dengan kejadian di Kalideres, Jakarta Barat, pada Mei 2025, di mana debt collector ditangkap karena menarik paksa motor warga tanpa prosedur hukum yang sah
Pihak kepolisian telah memperingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya pada orang yang mengaku dari lembaga leasing tanpa bukti resmi.
Biasanya pelaku bekerja berkelompok untuk menciptakan rasa takut dan memperlancar aksinya, mirip kasus di Cipinang dan Bekasi
Di kasus Cipinang, pelaku memalsu STNK dan mengundang korban ke kantor leasing fiktif sebelum membawa kabur motor korban
Namun sejumlah laporan mengalami proses lambat, ada yang tidak membuahkan hasil, sehingga korban merasa putus asa
Korban di Bekasi Timur pada Juli 2025 bahkan diancam dibakar mobilnya oleh pelaku yang mengaku debt collector, menambah bukti tindakan intimidasi meluas
Aksi mereka biasanya berlangsung di lokasi sepi atau pada malam hari agar tidak tertangkap kamera publik.
Setelah kejadian, korban seringkali tidak melihat motornya lagi meski sudah melapor ke polisi.
Polres Metro Bekasi pernah menangani kasus serupa di Cikarang dan menyatakan berada dalam investigasi terhadap pelaku dan pihak terkait.
Namun hingga saat ini, masih banyak korban yang belum menerima kejelasan atau pelaku tertangkap.






