Belum Ada Progres Fisik, Wali Kota Bekasi Tetapkan Status Siaga Darurat Banjir Hingga April 2026
Bekasi – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjelaskan alasan pemerintah menetapkan status siaga darurat kebencanaan sejak 3 Oktober 2025 hingga 30 April 2026. Ia menegaskan, keputusan ini diambil karena belum terlihat progres pembangunan fisik yang signifikan untuk mencegah potensi banjir di wilayah Kota Bekasi.
baca juga : Jadwal KRL Solo-Jogja Akhir Pekan Ini 25 dan 26 Oktober 2025
“Ini kan kita hari ini menghadapi situasi bahwa Kali Bekasi terutama belum ada satu progres secara fisik,” ujar Tri saat ditemui di Kantor Pemkot Bekasi, Senin (20/10/2025).
Kondisi Kali Bekasi Masih Mengkhawatirkan
Tri menuturkan, kondisi Kali Bekasi yang kerap meluap setiap kali hujan deras menjadi salah satu alasan utama dikeluarkannya status siaga darurat. Pemerintah, lanjutnya, memang sudah melakukan pengerukan sungai sebagai langkah antisipatif. Namun, ia menilai upaya itu belum cukup efektif karena risiko abrasi masih tinggi dan menyebabkan pendangkalan sungai kembali terjadi.
“Belum ada kegiatan yang sifatnya fisik untuk mengantisipasi. Yang ada baru pengerukan, dan itu pun sangat resisten kalau tingkat longsornya tinggi. Sungai bisa cepat dangkal lagi,” jelas Tri.
Antisipasi Musim Hujan dan Potensi Banjir Ulang
Tri menegaskan bahwa penetapan status siaga darurat dilakukan lebih awal sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan mendatang. Ia mengingatkan bahwa pola cuaca saat ini berpotensi menimbulkan banjir serupa seperti yang melanda Bekasi pada Maret 2025.
“Maret kemarin kan luar biasa. Kalau curah hujannya nanti sama, berarti kita akan menghadapi situasi yang sama,” katanya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, banjir pada Maret 2025 melanda 20 titik di tujuh kecamatan. Di sejumlah lokasi, tinggi air bahkan mencapai 300 sentimeter. Situasi itu menyebabkan ratusan warga harus mengungsi sementara.
Pemerintah dan Warga Didorong Lebih Siaga
Dengan penetapan status siaga darurat sejak dini, Tri berharap masyarakat bisa lebih waspada menghadapi musim hujan. Ia juga menegaskan bahwa status ini akan mempermudah pemerintah dalam melakukan langkah tanggap darurat jika bencana terjadi.
“Kita tetapkan lebih awal supaya masyarakat bisa bersiap, dan pemerintah bisa bergerak cepat ketika banjir datang,” tutur Tri.
Harapan ke Depan
Tri berharap pemerintah pusat dan provinsi dapat mempercepat program normalisasi Kali Bekasi. Ia menilai kolaborasi lintas instansi menjadi kunci agar pembangunan fisik pengendalian banjir segera terealisasi.
baca juga : Info CFD Bekasi Hari Ini, Catat Rekayasa Lalu Lintasnya
“Kita butuh dukungan semua pihak agar penanganan banjir di Bekasi tidak hanya sementara, tapi berkelanjutan,” pungkasnya.






