Bekasi – Beasiswa Banpin Pemerintah Kabupaten Bekasi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan melalui program Beasiswa Bantuan Pendidikan (Banpin).
Tahun ini, sebanyak 125 pemuda dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bekasi berhasil lolos sebagai penerima beasiswa Banpin.
Program ini memberikan bantuan dana pendidikan sebesar Rp 5 juta per semester bagi setiap mahasiswa terpilih.

Baca Juga : Dukung Palestina, Puluhan Ribu Warga Belgia Turun ke Jalan
Beasiswa Banpin menyasar mahasiswa aktif dari keluarga tidak mampu, namun memiliki semangat dan prestasi akademik yang baik.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, H. Maman Firmansyah, mengatakan bahwa beasiswa ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap generasi muda.
“Kami ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi pemuda Bekasi untuk mengenyam pendidikan tinggi,” ujarnya.
Para penerima beasiswa berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari perguruan tinggi negeri hingga swasta, baik dalam maupun luar daerah.
Proses seleksi dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan aspek akademik, ekonomi, serta partisipasi sosial di masyarakat.
Menurut data Dinas Pendidikan, jumlah pendaftar tahun ini mencapai lebih dari 500 orang, namun hanya 125 yang dinyatakan lolos.
Salah satu penerima beasiswa, Siti Rahma, mahasiswa Universitas Negeri Jakarta, mengaku bersyukur dan terharu atas bantuan ini.
“Saya sempat ingin berhenti kuliah karena biaya, tapi dengan Banpin, saya bisa melanjutkan pendidikan dan meringankan beban orang tua,” ujarnya
Beasiswa ini bisa digunakan untuk membayar UKT ini
Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi juga menyediakan pendampingan bagi penerima agar tetap menjaga prestasi selama masa penerimaan beasiswa.
Selain bantuan dana, Banpin juga membuka akses jejaring dan pelatihan kepemudaan untuk memperkuat kapasitas soft skill penerima.
Wakil Bupati Bekasi, Akhmad Marjuki, dalam sambutannya mengatakan bahwa beasiswa ini adalah investasi jangka panjang bagi daerah.
“Mereka inilah calon pemimpin masa depan. Kita tidak boleh biarkan potensi mereka berhenti hanya karena masalah biaya,” tegasnya.
Ia juga berharap para penerima dapat kembali mengabdi untuk Kabupaten Bekasi setelah menyelesaikan studi mereka.






