Pemkab Bekasi Atur Pedagang Kaki Lima di SGC Cikarang: Sosialisasi Hingga Relokasi
Koran Bekasi- PemKab Bekasi mulai melakukan penertiban pedagang kaki lima di kawasan Sentra Grosir Cikarang (SGC). Sosialisasi perdana digelar Rabu malam (11/6) dengan melibatkan Dinas Perdagangan, Satpol PP, dan aparat desa, menyasar pedagang yang berjualan di badan jalan Kapten Sumantri.
Fokus Utama: Jaga Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Gatot Purnomo, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk:
✔ Mengurangi kemacetan di sekitar SGC, terutama pada pagi hari
✔ Memastikan keamanan pengguna jalan dan pedagang
✔ Menyiapkan relokasi pedagang ke area pasar yang lebih tertata
“Kami prioritaskan sosialisasi ke pedagang di sekitar lampu merah SGC karena lokasi ini menjadi simpul pertemuan jalan nasional, provinsi, dan kabupaten,” jelas Gatot.

Baca Juga : Pencabulan Anak oleh Teman Sebaya, Bagaimana Bisa Terjadi?
Data Pedagang: 400+ PKL di Kawasan SGC
Menurut catatan Pemkab Bekasi:
-
Sebelah Timur SGC: 270 pedagang
-
Jalan Kapten Sumantri (Barat): 80 pedagang
-
Depan Pelaza: 50 pedagang
*”Satu meja atau gerobak bisa dipakai 5-6 pedagang, terutama yang jualan sayur mayur,”* tambah Kasat Pol PP Surya Wijaya.
Aturan Baru: Boleh Berjualan Malam Saja
Pemkab Bekasi memberlakukan kebijakan baru:
Waktu berjualan: 22.00 – 05.00 WIB
Sanksi: Pedagang yang masih berjualan setelah pukul 05.00 akan ditertibkan
“Kami beri kelonggaran waktu malam, tapi harus steril saat pagi. Jika ada yang bandel, kami akan tegas,” tegas Surya.
Langkah Jangka Panjang: Relokasi ke Pasar Khusus
Pemkab Bekasi sedang menyiapkan lokasi relokasi permanen di dalam kawasan pasar. Rencananya:
Zonasi khusus untuk pedagang sayur, makanan, dan kebutuhan harian
Fasilitas lebih baik: Meja permanen, drainase, dan penerangan
Akses tidak mengganggu jalan raya
“Relokasi ini solusi win-win. Pedagang tetap bisa usaha, tapi tidak memacetkan jalan,” ujar Camat Cikarang Utara, Ahmad Faisal.
Respons Pedagang: Ada yang Setuju, Ada yang Khawatir
Beberapa reaksi pedagang:
-
Mamat (Penjual Sayur): “Saya dukung relokasi asal lokasinya strategis.”
-
Siti (Penjual Gorengan): “Kalau hanya boleh jualan malam, omzet saya bisa turun.”
-
Budi (Pedagang Kopi): “Minta Pemkab kasih bantuan modal buat pindah.”
Dukungan TNI-Polri
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Andi Pratama, menyatakan kesiapan mengawal proses penertiban:
-
Akan ada pendampingan selama masa transisi
-
Petugas gabungan akan rutin patroli
-
Pembinaan untuk pedagang tentang pentingnya ketertiban
Jadwal Aksi Selanjutnya
🗓 13-15 Juni 2025: Pendataan ulang pedagang
🗓 17 Juni 2025: FGD dengan perwakilan PKL
🗓 1 Juli 2025: Mulai relokasi bertahap
Pasca sosialisasi awal, Pemkab Bekasi kini mempercepat proses penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan SGC. Langkah ini tidak hanya menyasar ketertiban, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.
Transisi ke Tahap Implementasi
Setelah sosialisasi, tim gabungan langsung bergerak cepat. Mereka membagikan surat pemberitahuan resmi ke semua pedagang. Sementara itu, Dinas Perdagangan mulai mengukur area relokasi di dalam pasar.
“Kami targetkan dalam dua minggu, lokasi baru siap digunakan,” tegas Gatot Purnomo sembari menunjuk denah zona khusus PKL.
Respons Positif dari Para Pedagang
Banyak pedagang mulai memahami manfaat relokasi. Sebagai contoh, Pak Mamat, penjual sayur, sudah mendaftarkan diri untuk mendapatkan spot di lokasi baru.
“Saya lihat desainnya lebih rapi. Pelanggan juga pasti lebih nyaman,” ujarnya sambil menata dagangannya.
Dukungan Penuh dari Aparat Desa
Kepala Desa Cikarang Kota tak tinggal diam. Ia mengerahkan timnya untuk membantu pendataan. Selain itu, mereka juga menyiapkan pelatihan manajemen usaha kecil bagi pedagang.
“Kami ingin para pedagang tidak hanya pindah lokasi, tapi juga naik kelas usahanya,” jelas sang Kades.
Pembangunan Infrastruktur Pendukung
Dinas PUPR kini menyelesaikan pembangunan:
-
20 kios permanen dengan listrik dan air mengalir
-
Zona parkir khusus pembeli
-
Jalur pedestrian yang aman
Progres pembangunan sudah mencapai 60% dan akan rampung minggu depan.
Sinergi dengan Pelaku Usaha Lain
Manajemen SGC turut berpartisipasi dengan menyediakan:
-
Program kartu diskon untuk pembeli di area PKL
-
Pelatihan digital marketing gratis
-
Fasilitas cold storage bagi pedagang sayur
“Kami dukung penuh langkah Pemkab. Ini akan meningkatkan kunjungan ke SGC,” ujar Marketing Manager SGC.
Monitoring Ketat oleh Satpol PP
Setiap pagi, petugas rutin berkeliling. Mereka tidak hanya menertibkan, tetapi juga mencatat kendala yang dihadapi pedagang. Laporan harian ini langsung masuk ke meja Bupati Bekasi.
“Kami temukan beberapa masalah drainase. Sudah kami laporkan untuk segera diperbaiki,” kata Surya Wijaya usai patroli.
Rencana Ke Depan
-
Pemetaan ulang zona berjualan berdasarkan jenis dagangan
-
Pemberian bantuan modal usaha dari BLUD
-
Pembentukan koperasi khusus pedagang SGC
“Tahap berikutnya, kami akan fokus pada pemberdayaan ekonomi,” janji Sekda Kabupaten Bekasi.






