Bekasi – 2 Bocah SD Tragedi memilukan terjadi di salah satu sekolah dasar di Kota Bekasi, Jawa Barat, ketika dua siswa meninggal dunia akibat tenggelam di kolam renang sekolah.
Peristiwa ini terjadi saat kegiatan pelajaran olahraga yang dilaksanakan pada jam pelajaran reguler.
Kedua korban adalah siswa kelas 4 SD, masing-masing berusia 10 dan 11 tahun, yang diduga belum mahir berenang.
Insiden tersebut mengejutkan para guru, siswa, dan orang tua yang tidak menyangka kegiatan olahraga berujung petaka.
Menurut keterangan sementara, para siswa saat itu tengah mengikuti pelajaran renang yang dilakukan di kolam renang dalam lingkungan sekolah.
Sayangnya, pengawasan saat kegiatan berlangsung dinilai tidak memadai, sehingga dua siswa diduga tidak terpantau saat mereka mulai tenggelam.
Beberapa saksi menyebut bahwa guru yang mengampu pelajaran tidak berada di dekat kolam saat kejadian berlangsung.
Korban diketahui baru ditemukan setelah beberapa menit tidak terlihat dan sempat dicari oleh teman-temannya.
Saat ditemukan, keduanya sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri di dasar kolam yang ini

Baca Juga : STNK Keliling di Jakarta, Bekasi, Depok, dan Tangerang
Kepolisian yang menerima laporan langsung melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi dari pihak sekolah.
ini Hasil awal penyelidikan menyebutkan adanya kelalaian dalam pengawasan kegiatan renang yang seharusnya melibatkan tenaga profesional.
Orang tua korban menangis histeris saat mendengar kabar duka dan mempertanyakan standar keselamatan kegiatan sekolah.
Mereka menyesalkan mengapa pihak sekolah tetap melaksanakan pelajaran renang tanpa memastikan kesiapan siswa dan prosedur keselamatan yang ketat.
Tragedi ini menyisakan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi seluruh komunitas sekolah.
Sejumlah wali murid mendatangi sekolah untuk meminta penjelasan langsung dari pihak kepala sekolah.
Dalam pernyataan resminya, kepala sekolah menyampaikan duka cita mendalam dan berjanji akan bertanggung jawab secara moral atas kejadian tersebut.
ini Ia juga mengatakan bahwa pihak sekolah akan melakukan evaluasi total terhadap sistem keamanan dan SOP kegiatan luar ruang.
