Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Derita Anak-anak 3 SDN Bekasi yang Belajar di Bawah Proyek Tol

Shoppe Mall

Bekasi – Derita Anak-anak 3 SDN Suara bising alat berat dan getaran dari proyek pembangunan tol menjadi teman sehari-hari bagi ratusan siswa di tiga Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Bekasi.

Sekolah-sekolah ini—yang berada di bawah lintasan proyek Tol Becakayu—harus tetap menjalankan proses belajar-mengajar di tengah kondisi yang tidak ideal.

Shoppe Mall

Tiga sekolah yang terdampak langsung adalah SDN Jatibening 1, SDN Jatibening 2, dan SDN Jatibening 3, yang semuanya terletak di Kecamatan Pondok Gede.

Bangunan sekolah kini hanya berjarak beberapa meter dari tiang-tiang beton raksasa yang berdiri menjulang menopang jalan tol yang masih dalam tahap konstruksi.

Para siswa terpaksa belajar dengan suara bising konstan dari pengeboran, pengelasan, hingga lalu-lalang truk dan alat berat.

Kondisi ini tidak hanya mengganggu konsentrasi, tetapi juga memicu kecemasan di kalangan guru, siswa, dan orang tua.

Beberapa kali, serpihan material proyek bahkan jatuh ke halaman sekolah, membuat kekhawatiran akan keselamatan menjadi semakin besar.

Menurut para guru, proses belajar sering terhenti karena suara mesin terlalu keras dan bergetar, hingga guru harus menunggu jeda untuk melanjutkan mengajar.

Anak-anak usia sekolah dasar, yang seharusnya menikmati suasana belajar yang nyaman dan aman, justru harus beradaptasi dengan lingkungan penuh risiko.

Beberapa siswa mengaku sering mengalami sakit kepala karena kebisingan yang terus-menerus saat mereka berada di dalam kelas.

Meski begitu, para guru tetap berupaya memberikan pembelajaran terbaik dengan segala keterbatasan yang ada.

Kepala sekolah dari ketiga SDN tersebut telah berkali-kali mengajukan keluhan dan permohonan relokasi atau perlindungan tambahan kepada pemerintah setempat.

Derita Anak-anak 3 SDN
Derita Anak-anak 3 SDN

Baca Juga : Tarif Tol Becakayu Bakal Naik Rp 2000-Rp 4000

Namun hingga kini, belum ada langkah konkret dari pihak terkait untuk memindahkan atau memperbaiki kondisi sekolah.

Orang tua siswa pun mulai angkat bicara. Mereka menilai bahwa anak-anak mereka menjadi korban dari proyek pembangunan yang tidak mempertimbangkan dampak sosial secara menyeluruh.

Sejumlah orang tua bahkan menyampaikan bahwa jika kondisi tidak segera dibenahi, mereka akan memindahkan anak-anak ke sekolah lain.

Namun sayangnya, tak semua keluarga memiliki pilihan itu, karena faktor ekonomi dan keterbatasan daya tampung sekolah sekitar.

Anak-anak ini, yang berasal dari keluarga sederhana, terpaksa bertahan dengan kondisi belajar yang jauh dari kata layak.

Pakar pendidikan mengkritik keras kondisi ini, menyatakan bahwa hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang aman dan nyaman telah terabaikan.

Menurut Undang-Undang Perlindungan Anak, negara wajib menjamin keselamatan anak di lingkungan sekolah.

Shoppe Mall