Anggota NATO Resah, Dominasi AS Mulai Dipertanyakan: Eropa Cari Jalan Mandiri dalam Pertahanan
Koran Bekasi- Ketegangan internal tengah mengguncang tubuh aliansi pertahanan Atlantik Utara NATO. Sejumlah negara anggota, khususnya dari kawasan Eropa, kini mulai bersuara lantang menyuarakan keresahan atas dominasi Amerika Serikat dalam urusan pertahanan dan militer.

Baca Juga : Mal di Bekasi Ini Jadi Pasar Musiman Lebaran, Selebihnya Sepi Mencekam
Ketergantungan Senjata AS Dinilai Mengkhawatirkan
Salah satu kekhawatiran utama yang muncul adalah semakin dalamnya ketergantungan pada sistem senjata buatan AS. Apalagi, semua ini terjadi di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, yang memiliki kebijakan luar negeri tak terduga dan kecenderungan mendekat ke Rusia.
Bloomberg melaporkan, para pejabat dan analis politik Eropa kini menyadari bahwa dominasi AS dalam sistem pertahanan NATO bukan hanya mengancam otonomi mereka, tetapi juga menimbulkan potensi risiko besar jika hubungan transatlantik memburuk di masa depan.
Macron, Kanada, dan Denmark: Simbol Perlawanan Diam-diam
Presiden Prancis Emmanuel Macron selama beberapa tahun terakhir menjadi suara utama yang mendorong Eropa agar lebih mandiri secara militer. Ia berulang kali menyerukan pembentukan basis industri pertahanan Eropa yang kuat, serta mengurangi ketergantungan pada pasokan senjata dari AS.
Tak hanya Prancis, negara-negara seperti Kanada dan Denmark juga menunjukkan ketidaknyamanan. Perdana Menteri Kanada Mark Carney bahkan secara terbuka menyatakan bahwa negaranya “tidak bisa terus-menerus mengirim tiga perempat anggaran pertahanan ke AS.”
Denmark juga melontarkan ketidakpuasan secara halus. Ketegangan diplomatik meningkat sejak Trump menyarankan AS untuk mencaplok Greenland, wilayah milik Denmark, yang membuat sejumlah kesepakatan senjata dengan Washington menjadi “sulit secara politis”.
Trump dan Ancaman Informasi Intelijen
Keputusan ini mengejutkan dan mengkhawatirkan banyak anggota NATO, karena memunculkan kekhawatiran bahwa Amerika bisa sewaktu-waktu menggunakan dominasinya dalam teknologi dan informasi sebagai alat tekan terhadap sekutu-sekutunya.
Tersandera Ketidakmandirian: Industri Pertahanan Eropa Tertinggal
Meskipun keinginan untuk merdeka dari dominasi AS semakin kuat, kenyataannya banyak negara NATO Eropa masih kesulitan mencari alternatif yang layak. Kurangnya investasi selama beberapa dekade membuat industri pertahanan Eropa tertinggal jauh dalam hal kapasitas produksi, inovasi teknologi, dan rantai pasok.
Dengan menipisnya stok persenjataan akibat dukungan militer ke Ukraina, negara-negara Eropa tak punya banyak pilihan selain terus membeli dari perusahaan-perusahaan pertahanan AS demi memenuhi target persenjataan kembali mereka.
Rusia Menanggapi dengan Kritik Tajam
Di sisi lain, Moskow tidak tinggal diam. Presiden Vladimir Putin menolak mentah-mentah tudingan NATO bahwa Rusia merupakan ancaman keamanan jangka panjang bagi kawasan Euro-Atlantik.
Penutup: Menuju NATO yang Lebih Seimbang atau Lebih Terbelah?
Situasi ini menggambarkan dinamika baru dalam tubuh NATO. Pertanyaannya, apakah NATO akan menjadi aliansi yang lebih seimbang di masa depan, atau justru semakin terbelah oleh ketegangan internal dan kepentingan yang berbeda-beda?






