Koran Bekasi – Car Free Day Bekasi ditiadakan selama bulan Ramadan. Pemerintah Kota Bekasi mengambil keputusan tersebut untuk menjaga kelancaran ibadah serta mengatur aktivitas masyarakat agar tetap tertib selama bulan suci.

Pemkot Bekasi menilai kegiatan Car Free Day Bekasi berpotensi menambah kepadatan lalu lintas di sejumlah titik, terutama pada pagi hari. Selama Ramadan, banyak warga memilih beristirahat setelah sahur atau mempersiapkan kegiatan ibadah. Pemerintah ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman tanpa gangguan aktivitas keramaian.
Baca Juga : Kadin Imbau Pembatalan Impor 105.000 Unit Pikap, Ini Alasannya
Biasanya, Car Free Day Bekasi berlangsung setiap akhir pekan dan menarik ribuan warga untuk berolahraga, berdagang, maupun mengikuti kegiatan komunitas. Namun, selama Ramadan, pemerintah memprioritaskan suasana yang lebih kondusif dan fokus pada kegiatan keagamaan.
Pemerintah Kota Bekasi juga berkoordinasi dengan dinas perhubungan, Satpol PP, dan aparat kepolisian untuk mengatur arus lalu lintas di pusat kota. Langkah ini bertujuan mengantisipasi lonjakan kendaraan menjelang waktu berbuka puasa dan setelah salat tarawih.
Selain itu, pemerintah mengimbau para pelaku UMKM dan komunitas yang biasa meramaikan Car Free Day Bekasi agar menyesuaikan aktivitas mereka selama Ramadan. Pemkot membuka peluang kegiatan alternatif yang tidak mengganggu ketertiban umum serta tetap menghormati kekhusyukan bulan suci.
Keputusan ini bersifat sementara dan hanya berlaku selama Ramadan. Setelah bulan suci berakhir, pemerintah berencana mengaktifkan kembali Car Free Day seperti biasa. Dengan kebijakan ini, Pemkot Bekasi berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang sekaligus menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama di ruang publik.






